All posts by Redaksi IKA

Profil Ketua IKA: Jaya

Ketua IKA SMAN Plus Provinsi Riau, Periode 2014~
Oleh Novriana Dewi (Gen 3)
10356335_310442379116634_1105324681521041655_n

Setelah sebelumnya kami menghadirkan profil Fitra Lestari yang menjabat ketua IKA SMAN Plus untuk periode 2011-2014, sekarang saatnya kita mengenal lebih dekat ketua IKA yang aktif saat ini, yang mulai bertugas sejak tahun 2014 lalu, yaitu Jaya.

Alumni SMAN Plus Provinsi Riau dari Generasi 3, sekarang berdomisili di Jabodetabek. Setelah menyelesaikan studi S1 dari Teknik Informatika ITB dan melanjutkan ke jenjang pasca sarjana di bidang yang sama di Universitas Indonesia, Jaya saat ini bekerja di sebuah perusahaan bidang telekomunikasi di Jakarta.

Continue reading Profil Ketua IKA: Jaya

FGD 2016 : Berkumpul untuk Merangkul

Oleh Rezky Firmansyah (Gen 12)

109658
Panitia penyelanggara FGD 2016

Pada tanggal 9 – 10 Juli 2016, selama dua hari usai lebaran, IKA Plus Propinsi Riau mengadakan Family Gathering Day 2016 . Ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan IKA Plus sebagai momentum untuk mempertemukan dan meningkatkan silaturahim antar-alumni.

Tema yang diangkat pada tahun ini adalah Berkumpul untuk Merangkul. Tema ini dipilih dengan harapan dapat merangkul seluruh alumni yang sudah berpencar jauh di penjuru negeri, bahkan hingga di luar negeri.

Continue reading FGD 2016 : Berkumpul untuk Merangkul

Profil Ketua IKA: Fitra Lestari

FITRA LESTARI; JEJAK PEMBAHARU DAN PERJUANGAN
Ketua IKA SMAN Plus Provinsi Riau, Periode 2011-2014
Oleh Hamda Alfansuri (Gen 16)

Fitra
Fitra dan keluarga 🙂

Di dalam sebuah komunitas atau lembaga yang luar biasa tentu ada orang-orang luar biasa pula di baliknya. Satu di antaranya adalah Fitra Lestari, ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) SMAN Plus Provinsi Riau periode 2011-2014. Dalam masa jabatannya, banyak program kerja yang telah terlaksana dengan baik.

Kelahiran Bangkinang, 16 Juni pada 31 tahun silam ini, memiliki hobi membaca berita dan memainkan si kulit bundar. Fitra telah menyenangi permainan sepak bola sejak umur 10 tahun sehingga tak heran kalau selama SMA ia pernah menjadi kapten sepakbola sekolah. Namun saat ini Fitra mengaku sudah jarang bermain bola, dikarenakan stamina yang sudah tidak seperti dulu lagi. Fitra juga mengoleksi merchandise klub sepakbola AC Milan.

Continue reading Profil Ketua IKA: Fitra Lestari

Buku Plus!

“Soekarno mengatakan beri aku 10 Pemuda maka akan kugoncangkan dunia. Disini ada 1000 lebih pemuda. Apa yang bisa kalian lakukan untuk Indonesia dan Riau?”

Kurang lebih seperti itulah kalimat yang disampaikan oleh salah satu pendiri SMAN Plus Propinsi Riau, Brigjen (purn) Saleh Djasit SH. Bertepatan dengan 5 Agustus 2014 saat Mubes ke 5 IKA SMAN Plus dilaksanakan. Seketika kalimat itu menjadi motivasi, sindiran, ataupun lucutan semangat kepada para alumni salah satu sekolah terbaik negeri ini untuk secepatnya mulai berkontribusi nyata bagi negeri.

Buku Plus! Tulisan Inspiratif Alumni SMAN Plus Riau Membangun Tanah Melayu merupakan sebuah jawaban dari pertanyaan “kapan mulai berkontribusi”. Tentu tulisan ini bukanlah satu-satunya jalan kontribusi bagi para alumni. Buku ini diharapkan menjadi motivasi serta inspirasi bagi alumni dan para pembaca mengenai perjuangan selama di sekolah asrama ini dan untuk apa harapan SMAN Plus didirikan.

Buku yang ditulis oleh kolaborasi alumni ini terdiri dari 11 bagian utama yang menjadi suatu kesatuan yang kompleks. Dengan kumpulan fakta, kenangan, euphoria dan juga motivasi di masa lalu serta masa kini. Bermula dari dasar berdirinya SMAN Plus oleh yayasan Bina SDM Riau hingga menjadi alumni. Tidak lupa dengan berbagai hal yang menjadikan siswa SMAN Plus mandiri seperti kedisplinan, asrama, spiritual dan latihan kepemimpinan. Selain itu buku ini juga menceritakan kekhasan SMAN Plus dibandingkan sekolah lain yaitu Generasi, Timnas dan Olimpiade. Dan untuk mengenang kembali kisah selama di sekolah, juga ada part Masa-Masa kelas X, XI, dan XII yang memuat tentang kisah adaptasi, prestasi, dan frustasi. Hmm, mungkin bukan frustasi akan tetapi mulai berkontribusi.

Mari membaca dan mari berkolaborasi membangun negeri wahai pemuda pembangun bangsa!

Buku Plus! dapat dipesan melalui tim Redaksi IKA.

Candi Muara Takus

Candi Muara Takus merupakan Komplek Candi Budha peninggalan Kerajaan Sriwijaya. Terletak di Kapupaten Kampar sekitar 20 km dari jalan lintas Riau – Sumatera Barat. Komplek candi ini pertama kali ditemukan pada tahun 1860 oleh seorang arkeolog bernama Cornet D. Groot. Candi-candi dalam komplek ini tergolong unik karena tidak seperti candi pada umumnya yang terbuat dari batu andesit melainkan dari batu bata, pasir dan batu kali. Komplek candi ini dikelilingi oleh tembok besar berukuran 74×74 cm. Candi ini didirikan karena daerah Muara Takus pada zaman dahulu merupakan daerah yang banyak ditelusuri oleh para pelaut dan pedagang yang menyusuri Sungai Kampar yang menyebabkan pemerintahan pada zaman tersebut mendirikan Candi sebagai tempat peribadatan dan untuk upacara keagamaan. Komplek candi ini memiliki beberapa bangunan utama yaitu Candi Mahligai, Candi Tua, Candi Bungsu dan Candi Palangka

Lokasi: Kecamatan XIII Koto, Kabupaten Kampar, Riau
Tiket Masuk: Rp. 5000/orang
Perlu Tahu: Perlu kendaraan pribadi ketika mengakses lokasi ini. Bisa juga menggunakan kendaraan umum antar propinsi Riau – Sumatera Barat, akan tetapi untuk lokasi dari tepi jalan lintas ke Komplek Candi dibutuhkan tambahan transportasi seperti ojek.