Profil Ketua IKA: Jaya

Ketua IKA SMAN Plus Provinsi Riau, Periode 2014~
Oleh Novriana Dewi (Gen 3)
10356335_310442379116634_1105324681521041655_n

Setelah sebelumnya kami menghadirkan profil Fitra Lestari yang menjabat ketua IKA SMAN Plus untuk periode 2011-2014, sekarang saatnya kita mengenal lebih dekat ketua IKA yang aktif saat ini, yang mulai bertugas sejak tahun 2014 lalu, yaitu Jaya.

Alumni SMAN Plus Provinsi Riau dari Generasi 3, sekarang berdomisili di Jabodetabek. Setelah menyelesaikan studi S1 dari Teknik Informatika ITB dan melanjutkan ke jenjang pasca sarjana di bidang yang sama di Universitas Indonesia, Jaya saat ini bekerja di sebuah perusahaan bidang telekomunikasi di Jakarta.

Saat diminta menceritakan tentang pengalaman organisasi yang pernah dimiliki sebelumnya, Jaya menyebutkan bahwa ia sebelumnya adalah tipe orang yang tidak terlalu aktif di organisasi. Di IKA SMAN Plus inilah ia kemudian mulai terlibat dalam berbagai kegiatan dan diamanahkan menjadi ketua. Jaya mengaku tidak memiliki hobi khusus dan sebagian besar waktu luangnya digunakan untuk kumpul-kumpul dengan teman-teman, tentunya termasuk dengan para alumni SMAN Plus.

Awal mula pertemuan Jaya dengan SMAN Plus Provinsi Riau adalah saat ia mengikuti proses seleksi tingkat kabupaten-kota di Batam yang kemudian dilanjutkan di Pekanbaru. Saat seleksi tahap kedua ini, Jaya menceritakan bahwa ia sempat menginap beberapa hari di Pekanbaru, hingga akhirnya namanya pun muncul di daftar pengumuman siswa yang lolos seleksi.

Dari sekian banyak pengalaman yang berkesan selama di SMAN Plus, salah satu yang tidak bisa dilupakannya adalah kegiatan baris berbaris dalam berbagai kegiatan di dalam kompleks sekolah. Hal lainnya yang ia sebutkan adalah adanya peraturan rambut cepak, hal-hal konyol yang dilakukan bersama teman-teman seperti main gitar dan nongkrong sore hari di sekitar asrama, makan bersama tiga kali sehari dengan menu-menu yang diberi nama khas masing-masing oleh para siswa, dan tak lupa aktivitas olahraga sore hari, seperti futsal atau voli, yang terasa lebih menyenangkan karena dilakukan bersama teman-teman di asrama. Ini adalah sebagian dari banyak kenangan yang dirindukannya setelah lulus dari SMAN Plus.

Di antara semua pelajaran berharga yang ia peroleh selama masa studinya di SMAN Plus Provinsi Riau, Jaya mengaku bahwa yang paling berperan penting dalam pencapaiannya hingga saat ini adalah pelajaran tentang kemandirian. Karenanya, Jaya berpesan kepada adik-adik kelas yang saat ini sedang menimba ilmu di SMAN Plus untuk belajar mandiri, fokus dalam proses belajar di sekolah, baik di kelas mau pun di asrama, dan agar jangan mengakses internet atau media sosial secara berlebihan, terutama di malam hari. Ia juga menyebutkan perlunya menjaga kesehatan, salah satunya dengan makan yang baik dan teratur, supaya adik-adik bisa terus fit mengikuti berbagai aktivitas. Tak lupa Jaya juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan baik dengan seluruh pihak di sekolah mau pun di asrama.

Ketika ditanya tentang harapan untuk Ikatan Alumni SMAN Plus ke depannya, Jaya berkeinginan agar IKA SMAN Plus bisa menjadi wadah silahturrahim yang sinambung di mana para alumni dapat saling mengenal, saling memahami, saling membantu satu sama lain, sehingga bisa menjadi seperti satu tubuh yang paripurna. Jaya juga berharap IKA SMAN Plus bisa membantu alumni untuk lebih berkontribusi kepada lingkungan dan masyarakat sekitarnya, baik itu di sekitar lingkungan tempat tinggal, di kota, di Riau, di Indonesia, hingga di belahan dunia mana pun. Terakhir Jaya menyampaikan harapannya agar semoga IKA SMAN Plus ke depannya bisa menjadi menjadi organisasi yang terus berkembang, berkesinambungan serta kokoh dengan dukungan seluruh alumninya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *